Unit 01 — Jejak Batuan-Ubud
Seni Rupa · Kelas VIII · SMP Negeri 4 Abiansemal
1 / 7
Jejak Batuan-Ubud
Analisis Motif Bali pada Karya Kompleks dan Mixed Media
Pertemuan 1–3 Semester Ganjil 2026/2027 TP-1 Seni Rupa Kelas VIII 360 menit · 9 JP Individu
Koneksi dari Kelas VII: murid sudah mengenal motif Bali dasar (patra, pepalihan, karang) dan unsur rupa dasar lewat pengamatan dan penjiplakan motif sederhana. Unit ini melangkah dari mengenal menuju menganalisis — murid mengkaji motif pada karya nyata yang lebih kompleks: lukisan gaya Batuan dan Ubud.
Ringkasan Asesmen

Formatif

Observasi diskusi Detektif Motif (P1), proses sketsa (P2), diskusi kecil Kritik Dua Gaya (P3); telaah tabel analisis dan jurnal visual.

Sumatif

Penilaian jurnal visual individu (sketsa + analisis tertulis) pada akhir Pertemuan 3, memakai Rubrik KKTP (2 aspek). Capaian TP-1 jika ≥2 dari 3 aspek berada di level Baik.

Pertemuan 1 — “Detektif Motif Batuan-Ubud”
Analisis Visual Terpandu · 3 JP (120 menit)
Alur Kegiatan
Persiapan Guru
  • Reproduksi cetak lukisan gaya Batuan & Ubud (minimal 3 tiap gaya)
  • Proyektor untuk tayangan resolusi tinggi
  • Kaca pembesar (opsional) untuk detail motif
  • Jurnal visual individu murid
Tips: Tayangkan dua lukisan berdampingan tanpa label dulu — biarkan murid menebak sebelum istilah gaya Batuan/Ubud diperkenalkan.
Dua Gaya, Satu Akar Motif
Klik kartu untuk membuka detail perbandingan

Gaya Batuan

Padat · Banyak Figur · Gelap-Terang Kontras
Ciri: komposisi penuh, hampir tidak ada ruang kosong, banyak figur dan detail motif.
Warna: dominan hitam-putih atau monokrom dengan aksen warna terbatas.
Motif: patra dan karang tampil rapat sebagai pengisi latar dan bingkai adegan.
Tema umum: cerita pewayangan, kehidupan desa, dan alam gaib.
▾ ketuk untuk detail

Gaya Ubud

Naturalistis · Warna Lembut · Satu Adegan
Ciri: komposisi lebih longgar, fokus pada satu adegan atau tokoh utama.
Warna: palet lembut dan lebih realistis, cahaya diperhatikan seperti lukisan Barat.
Motif: pepalihan dan patra dipakai lebih hemat, sebagai aksen bukan pengisi penuh.
Tema umum: kehidupan sehari-hari, pemandangan alam, potret.
▾ ketuk untuk detail
Istilah Visual yang Digunakan
Patra Pepalihan Karang Prinsip Desain Mixed Media
0 dari 5 istilah disorot
Pertemuan 2 & 3 — Sketsa dan Kritik
Sketsa Interpretatif → Studio Critique · 6 JP (240 menit)

Pertemuan 2 — “Sketsa Jejak Motif”

Murid memilih satu motif dari lukisan yang diamati, lalu mensketsanya ulang bertahap: garis dasar, detail, penegasan.

Pertemuan 3 — “Kritik Dua Gaya”

Diskusi kecil membandingkan gaya Batuan vs Ubud, dilanjutkan menulis analisis visual individu di jurnal.

Apa yang Berubah dari Pertemuan 1?
Persiapan Guru
  • Kertas sketsa dan pensil/drawing pen per murid
  • Reproduksi lukisan tetap tersedia di tiap kelompok
  • Jurnal visual untuk menyatukan sketsa & analisis tertulis
Tahapan Sketsa Interpretatif
Pertemuan 2 — Sketsa Jejak Motif
1. Garis Dasar (±20 menit)
Sketsa bentuk dasar motif secara ringan menggunakan pensil — belum perlu detail, fokus pada proporsi keseluruhan.
2. Detail (±30 menit)
Tambahkan detail dan tekstur khas motif, sesekali melirik reproduksi asli untuk menjaga ketepatan bentuk.
3. Penegasan (±15 menit)
Pertegas garis akhir dengan drawing pen/pensil lebih gelap agar motif terlihat jelas dan rapi.
Bandingkan Contoh Motif
Motif sulur tumbuhan melengkung dan bergelombang — latih pengulangan lengkung yang konsisten agar ritme motif terjaga.
Motif bidang bertingkat/berundak — perhatikan proporsi tiap tingkat agar terlihat rapi sebagai bingkai.
Motif wajah makhluk mitologi — fokus pada simetri wajah dan detail mata/gigi yang menjadi ciri khasnya.
Menulis Analisis Visual
Pertemuan 3 — Kritik Dua Gaya
Contoh Kalimat Analisis yang Baik

“Motif karang pada lukisan Batuan ini terasa lebih padat dan gelap dibanding motif serupa pada lukisan Ubud karena penggunaan warna kontras yang kuat.” — gunakan pola (sebutkan motif) + (bandingkan gaya) + (jelaskan alasan visual).

Pertanyaan Pemantik Diskusi Kecil
Panduan Penilaian: gunakan Rubrik KKTP 2 aspek (Analisis Motif & Unsur Rupa, Sketsa & Analisis Visual Tertulis) untuk menilai jurnal visual — lihat Modul Ajar Lampiran C.
Penutup Unit 01
Checklist akhir sesi & koneksi ke unit berikutnya
Checklist Keberhasilan Unit
Murid dapat mengidentifikasi motif Bali (patra, pepalihan, karang) pada karya nyata
Murid menganalisis unsur rupa dan prinsip desain gaya Batuan dan Ubud
Murid mensketsa ulang motif pilihan dengan proporsi yang baik
Murid menulis analisis visual individu yang relevan dengan sketsanya
Jurnal visual (sketsa + analisis) terkumpul untuk dinilai
Koneksi ke Unit 02: Setelah mampu menganalisis motif pada karya orang lain, murid akan bereksperimen dengan Bazar Bahan — mengeksplorasi bahan lokal Bali (pewarna alami, serat alam) dan teknik mixed media secara lebih mandiri.
“Mata yang terlatih melihat detail akan selalu menemukan cerita baru dalam karya yang sama.” Selamat menuntun murid-murid menemukan cara pandang baru pada seni rupa Bali, Ibu Trisna.