Formatif
Observasi diskusi Detektif Motif (P1), proses sketsa (P2), diskusi kecil Kritik Dua Gaya (P3); telaah tabel analisis dan jurnal visual.
Sumatif
Penilaian jurnal visual individu (sketsa + analisis tertulis) pada akhir Pertemuan 3, memakai Rubrik KKTP (2 aspek). Capaian TP-1 jika ≥2 dari 3 aspek berada di level Baik.
- Tayangkan dua lukisan (Batuan & Ubud) tanpa keterangan — murid menebak karakternya.
- Ajukan Pertanyaan Pemantik: apa yang membuat matamu pertama kali tertarik pada lukisan Bali?
- Bentuk kelompok kecil, bagikan reproduksi cetak lukisan Batuan dan Ubud.
- Murid mengidentifikasi motif (patra/pepalihan/karang) dan unsur rupa pada LKPD Bagian A.
- Diskusi kelompok terpandu mengisi tabel analisis komparatif.
- Presentasi temuan & sintesis kelas.
- Refleksi individu di jurnal visual dan penutup dengan preview Pertemuan 2.
Persiapan Guru
- Reproduksi cetak lukisan gaya Batuan & Ubud (minimal 3 tiap gaya)
- Proyektor untuk tayangan resolusi tinggi
- Kaca pembesar (opsional) untuk detail motif
- Jurnal visual individu murid
Gaya Batuan
Warna: dominan hitam-putih atau monokrom dengan aksen warna terbatas.
Motif: patra dan karang tampil rapat sebagai pengisi latar dan bingkai adegan.
Tema umum: cerita pewayangan, kehidupan desa, dan alam gaib.
Gaya Ubud
Warna: palet lembut dan lebih realistis, cahaya diperhatikan seperti lukisan Barat.
Motif: pepalihan dan patra dipakai lebih hemat, sebagai aksen bukan pengisi penuh.
Tema umum: kehidupan sehari-hari, pemandangan alam, potret.
Pertemuan 2 — “Sketsa Jejak Motif”
Murid memilih satu motif dari lukisan yang diamati, lalu mensketsanya ulang bertahap: garis dasar, detail, penegasan.
Pertemuan 3 — “Kritik Dua Gaya”
Diskusi kecil membandingkan gaya Batuan vs Ubud, dilanjutkan menulis analisis visual individu di jurnal.
- Dari mengamati karya orang lain → mensketsa ulang motif dengan tangan sendiri.
- Dari tabel isian kelompok → analisis tertulis individu yang lebih personal.
- Dari diskusi terpandu → curah pendapat sebagai bahan menulis mandiri.
Persiapan Guru
- Kertas sketsa dan pensil/drawing pen per murid
- Reproduksi lukisan tetap tersedia di tiap kelompok
- Jurnal visual untuk menyatukan sketsa & analisis tertulis
“Motif karang pada lukisan Batuan ini terasa lebih padat dan gelap dibanding motif serupa pada lukisan Ubud karena penggunaan warna kontras yang kuat.” — gunakan pola (sebutkan motif) + (bandingkan gaya) + (jelaskan alasan visual).
- Gaya mana yang menurutmu lebih cocok melukiskan suasana upacara yang ramai? Mengapa?
- Apa yang terjadi pada motif yang sama ketika dipakai di dua gaya berbeda?
- Bagaimana warna memengaruhi kesan “ramai” atau “tenang” pada sebuah lukisan?